Sumenep — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, SMA YAS’A menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Meeting Hall SMA YAS’A. Kegiatan ini diikuti oleh 45 guru dan difokuskan pada penguatan kemampuan pendidik dalam menyusun perangkat pembelajaran berupa modul ajar berbasis Deep Learning.
Pelatihan ini menghadirkan Adam Bachtiar, M.Pd, Fasilitator Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaian materinya, beliau menegaskan bahwa guru tidak perlu terpaku secara kaku pada format atau template tertentu dalam menyusun perangkat ajar.
“Untuk penyusunan RPP atau Modul Ajar tidak harus sama persis dengan template yang ada. Yang penting poin-poinnya ada,” ungkap Adam Bachtiar, M.Pd.
Kegiatan pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dengan praktik langsung penyusunan modul ajar. Para peserta secara aktif menyusun modul sesuai mata pelajaran masing-masing, kemudian mempresentasikan hasilnya melalui perwakilan peserta untuk mendapatkan review dan umpan balik langsung dari pemateri, sehingga peserta memperoleh gambaran konkret dalam menyempurnakan modul ajar yang disusun.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMA YAS’A, Moh. Hantok Sudarto, M.Fil.I, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis sekolah dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan model pembelajaran. Beliau berharap hasil pelatihan dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Dalam sambutannya, Maswiyanto, M.Pd, selaku Kasi SMA/PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, menyampaikan arah kebijakan pendidikan melalui program “Madura Naik Kelas”, yang dimaknai sebagai Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas melalui Pendidikan. Beliau mendorong satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas akademik peserta didik agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP (prestasi) maupun SNBT.
Selain peningkatan akademik, Maswiyanto, M.Pd juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan budaya sekolah. Salah satunya melalui gerakan kebersihan “Datang Bersih, Pulang Bersih”, yang diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif seluruh warga sekolah. Ia juga mengajak sekolah untuk melestarikan budaya lokal melalui program “Satu Hari Berbahasa Madura”, sebagai wujud kecintaan terhadap kearifan lokal dan identitas daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh H. Suryanto, M.Pd, selaku Pembina Satuan Pendidikan SMA YAS’A, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru SMA YAS’A mampu menghasilkan modul ajar Deep Learning yang fleksibel, bermakna, dan berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik, sehingga pembelajaran di SMA YAS’A semakin berkualitas dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.




