Sumenep – SMA YAS’A sebagai tuan rumah dalam kegiatan seminar robotika pada hari senin (7/11/2022). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Fakultas Teknik Universitas Trunujoyo Madura (UTM) dengan SMA YAS’A yang dikemas dengan pengabdian masyarakat, dengan Tema “Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Desa Binaan/Pesantren.” Peserta dalam kegiatan seminar adalah siswa SMA YAS’A sebanyak 80 siswa perwakilan dari masing masing kelas dan dihadiri juga oleh waka bidang kesiswaan dan waka bidang akademik serta dihadiri juga oleh guru-guru SMA YAS’A.
Revolusi Industri 4.0 terjadi karena adanya transformasi dari segi industri melalui penggunaan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Di era revolusi 4.0 perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi semakin meluas dan sudah masuk ke pesantren dan pelosok desa. Kegiatan ini sangat tepat kepada siswa SMA YAS’A yang berada dibawah naungan pesantren. Agar siswa sisiwi SMA YAS’A bisa berkompetisi dengan yang lainya ketika sudah lulus dari bangku SMA.
Kegiatan seminar ini mengenalkan tentang robotika kepada siswa, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada siswa mengenai teknologi robotika. Sesuai dengan apa yang disampaikan Wildan “tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi dibidang robotika, agar siswa lebih memandang teknologi masa depan” ujar mahasiswa semester 7 itu.
Datangnya mahasiswa FT UTM suatu kebanggana bagi SMA YAS’A karena kegiatan ini sangat memberikan banyak ilmu kepada siswa yang notabennya adalah pendidikan pesantren. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan waka kesiswaan dalam sambutannya “ini salah saatu kesempatan bagi siswa yang mempunyai kemapuan untuk belajar teknologi hsusnya di bidang robotika, gunakan kesempatan ini dengan maksimal” ujar guru dengan panggilan akrab P. Hasan.
Dalam materinya mahasiswa yang sudah semester 5 itu menyampaikan bahwa teknologi perlu diperkenalkan sejak dini, karena kita akan menghadapi kemajuan teknologi di masa yang akan datang apa lagi teknologi robotika. “Robotika perlu diperkenalkan sejak dini, karena anak anak lebih banyak mengandung imajinasi. Dengan imajinasi itu mereka bisa tertarik untuk membuat robot” imbuh Deni Kurnia.
Setidaknya dengan adanya kegiatan ini siwa bisa paham mengnai pengetahuan teknologi hususnya ilmu robotika. Dalam hal ini bisa membuka pikiran siswa untuk berfikir lebih luas lagi mengenai ilmu pengetahuan. Agar menambah semngat siswa untuk selalu belajar dan belajar dalam menghadapi kecanggihan masa depan.
Pewarta: Argus




